Memasang penutup atap jenis UPVC membutuhkan ketelitian pada struktur penyangganya. Banyak orang mengira bahwa kekuatan atap hanya bertumpu pada kualitas lembaran materialnya saja. Padahal, sekuat apa pun bahannya, jika struktur rangka di bawahnya dipasang secara asal-asalan, risiko atap melengkung, melorot, hingga bocor saat musim hujan akan tetap mengancam bangunan Anda.
Salah satu elemen paling penting dalam perakitan ini adalah penentuan jarak gording atap upvc. Jarak bentangan antar balok penyangga ini harus disesuaikan secara presisi berdasarkan standar pabrikan agar mampu menahan beban konstruksi dengan optimal. Memahami panduan teknis pemasangan yang benar sejak awal akan memastikan atap rumah atau gedung Anda berdiri kokoh untuk jangka panjang.
Aturan Jarak Gording Atap UPVC Berdasarkan Warna dan Fungsi
Setiap varian produk memiliki karakteristik pemuaian yang berbeda. Oleh karena itu, pengaturan struktur rangka di lapangan wajib mengikuti ketentuan spesifik berikut ini:
- Rekomendasi standar: Untuk pemasangan lembaran atap (selain warna hitam), jarak maksimal antar gording yang disarankan adalah tidak lebih dari 1,2 meter. Sementara untuk pengaplikasian pada bagian dinding atau cladding, jarak antar rangkanya bisa sedikit lebih lebar, yaitu maksimal 1,5 meter.
- Ketentuan khusus warna hitam: Karena sifat warna gelap yang lebih banyak menyerap panas matahari, khusus untuk atap berwarna hitam wajib menggunakan jarak rangka yang lebih rapat, yakni maksimal 1 meter.
- Jarak rangka puncak (Nok): Saat memasang area bubungan, jarak rangka atap pertama dari titik puncak atap harus diatur tepat sejauh 15 cm.
- Sisa lebihan ujung atap (Overhang): Batas aman untuk lebihan lembaran atap dari rangka paling terakhir di bagian bawah adalah minimal 15 cm dan maksimal 30 cm.

Spesifikasi Overlap, Sudut Kemiringan, dan Aksesoris Viar
Selain urusan jarak gording atap upvc, sistem sambungan dan kemiringan juga memegang peranan penting untuk mencegah kebocoran air. Berikut adalah standar pemasangan komponen pendukungnya:
Sistem Sambungan Panjang (Overlap)
Rekomendasi jarak aman untuk sambungan tumpang tindih (overlap) memanjang adalah 15 cm + 15 cm. Pada area ini, serta pada bagian ujung bawah atap, pemasangan sekrup wajib menggunakan aksesori pelindung (Viar) pada setiap gelombang.
Sambungan Samping dan Nok
Untuk overlap ke arah samping, dipastikan harus menggunakan Viar pada setiap baris rangka. Sedangkan untuk pemasangan komponen Nok (bubungan), cukup gunakan 3 buah sekrup Viar pada setiap lembar Nok.
Sudut Kemiringan dan Talang Air
Jika panjang bentangan atap melebihi 6 meter, sudut kemiringan minimal struktur atap adalah 12° agar aliran air hujan tetap lancar. Untuk menampung debit air tersebut, gunakan lebar talang air dengan ukuran ideal antara 25 cm hingga 30 cm.
Sirkulasi Plafon dan Dinding
Jika Anda ingin memasang plafon di bawah atap, berikan jarak ruang kosong minimal 50 cm antara permukaan atap dan plafon sebagai jalur sirkulasi udara. Selain itu, sangat tidak direkomendasikan untuk menanam atau memasukkan bagian atap upvc mana pun langsung ke dalam tembok.
BACA JUGA: Atap UPVC Tidak Berisik Holodeck Redam Suara 20 Desibel
Kesimpulan
Mematuhi seluruh regulasi teknis di atas bukan hanya sekadar untuk menjaga struktur bangunan agar tidak rusak, melainkan juga menjadi syarat mutlak keaktifan jaminan produk Anda. Jaminan resmi selama 15 tahun hanya berlaku apabila seluruh prosedur pemasangan di lapangan dilakukan sesuai dengan instruksi resmi di atas.
Perlu diingat juga bahwa kebijakan garansi ini hanya mencakup lembaran atap utama dan tidak berlaku untuk semua aksesoris pendukungnya.
Setiap desain bangunan tentu memiliki kalkulasi beban yang berbeda-beda tergantung pada bentuk dan fungsi ruangannya. Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai cara menghitung jumlah kebutuhan lembaran, pemilihan skrup Viar, atau butuh panduan langsung seputar jarak gording atap upvc untuk proyek Anda, silakan hubungi WhatsApp tim Holodeck kapan saja agar kami dapat membantu memberikan solusi teknis yang paling tepat.